How to make vanilla vla in the world’s second largest vanilla producer

Cara membuat vla vanila untuk topping pudding coklat dan strawberry.

Indonesia merupakan negara kedua produser vanila terbesar setelah Madagaskar, kemudian diikuti oleh Meksiko, Papua New Guinea dan Tiongkok.

Nama biologi vanila adalah genus Vanilla. Vanila yang umum digunakan adalah Vanila planifolia, selain spesies lain adalah V. tahitensis dan V. pompona.

Setiap negara mempunya ciri khas vanila masing-masing, dimana vanila dari Indonesia memiliki ciri khas rasa earthy, bold dan slightly smoky. Terasa kurang manis dibandingkan dengan vanila dari Madagaskar, vanila dari Indonesia populer untuk cokelat, eskrim dan baked foods dengan flavor vanila.

Ciri vanila dari negara lain misalnya produser terbesar dunia Madasgaskar dan penghasil vanila premium yang banyak digunakan oleh chef dan brand makanan premium memproduksi Bourbon vanilla yang terkemuka karena creamy, aroma manis, kualitas konsisten dan kandungan vanillin yang tinggi.

Sementara itu Mesiko, tempat asal lahirnya vanila, meskipun memproduksi tidak sebanyak Madagaskar dan Meksiko, negara ini menghasilkan vanila dengan kualitas yang sangat tinggi. Karakter vanila Meksiko adalah pedas, aroma kayu, hangat, aromatic dan kerap disebut sebagai vanila yang otentik. Sedangkan vanila dari Papua New Guinea dikenal karena bersifat floral, terasa seperti buah dengan aroma segar dan kerap merupakan spesies Vanilla tahitensis dan populer untuk pastry.

Beberapa pusat vanila dunia berada di Indonesia dan bagaimana cara membuat homemade vla dari vanila? Ada dua versi, yaitu dengan ekstrak vanila dan biji vanila asli (vanilla bean).

Bahan Dasar Vla adalah

  • 500 ml susu cair (full cream lebih enak)
  • 3 kuning telur
  • 3 sdm gula pasir (bisa ditambah kalau mau lebih manis)
  • 2 sdm tepung maizena
  • 1 sdm butter (opsional, bikin lebih creamy)
  • Sejumput garam

Jika kita menggunakan Ekstrak Vanila, kita membutuhkan 1 – 2 sendok the ekstrak vanila asli dan kita buat dengan cara:

  1. Campur susu, gula, dan garam dalam panci. Panaskan dengan api kecil sampai hangat (jangan sampai mendidih).
  2. Di mangkuk lain, aduk kuning telur + maizena sampai halus.
  3. Ambil sedikit susu hangat, tuang ke campuran telur sambil diaduk (supaya telur tidak menggumpal).
  4. Masukkan kembali campuran telur ke panci.
  5. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai mengental.
  6. Matikan api, kemudian masukkan ekstrak vanila dan butter.
  7. Aduk rata, dinginkan, dan kita dapatkan vla yang lembut, harum klasik, cocok untuk pudding, roti, atau isian kue.

Untuk versi 2 dengan menggunakan biji vanila asli (Vanilla Bean), bahan tambahan yang diperlukan adalah 1 batang biji vanila (vanilla bean) dan cara membuatnya yaitu:

  1. Belah memanjang batang vanila.
  1. Keruk bijinya dengan ujung pisau.
  2. Masukkan biji + batangnya ke dalam susu.
  3. Panaskan susu sampai hampir mendidih, lalu matikan api.
  4. Diamkan 10–15 menit agar aromanya keluar maksimal.
  5. Angkat batang vanilanya.
  6. Lanjutkan langkah yang sama seperti versi ekstrak (campur dengan telur, masak sampai mengental, tambahkan butter) untuk vla dengan aroma lebih kompleks, ada titik-titik hitam kecil (vanilla specks) yang menandakan vanila asli.

Tips agar Vla sempurna

  1. Aduk terus saat memasak supaya tidak menggumpal.
  2. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit susu.
  3. Jika terlalu cair, masak lebih lama dengan api kecil.
  4. Simpan di kulkas, tahan 2–3 hari.

Vla vanila homemade dengan ekstrak atau biji vanila asli lebih harum dan lembut dibanding vla instan. Beberapa Vla di pasaran tidak memakai vanila asli, tetapi menggunakan perisa vanila sintetis (vanillin), sedangkan beberapa produk premium memakai ekstrak atau biji vanila asli.

Share this post

Leave a comment